Kemajuan teknologi bukan hanya sumbangsi Bangsa eropa, Negara Indonesia juga turut andil
besar dalam sejarah dunia teknologi. Berkontribusi penting terutama dibidang
teknologi seperti pesawat, jaringan komunikasi hingga jalan layang.
Indonesia memang belum dianggap sebagai negara yang
terkemuka di dalam perkembangan sains dan teknologi. Namun ada begitu banyak
warga Indonesia memiliki otak jenius (ilmuwan) yang telah mengubah perkembangan
dunia teknologi untuk masa depan yang lebih baik.
Sepanjang sejarah ada prestasi penting dan kontribusi
yang dibuat oleh warga Indonesia untuk sains dan teknologi. Inilah beberapa
ilmuwan Indonesia terkenal di luar negeri, sebagai berikut:
1. Prof. Dr. B.J. Habibie, Pemilik 46 Paten di bidang
Aeronautika Atau Pesawat
Mantan Presiden Republik Indonesia ketiga ini
merupakan salah satu ilmuwan besar dibidang teknolog aeronautika. Ia
mencetuskan beberapa teori berlian terkenal seperti Teorema Habibie, Faktor
Habibie, dan Metode Habibie tentunya yang berhubungan dunia penerbangan.
Aeronautika adalah ilmu yang terlibat dalam
pengkajian, perancangan, dan pembuatan mesin-mesin berkemampuan terbang, atau
teknik-teknik pengoperasian pesawat terbang dan roket di atmosfer.
2. Dr. Khoirul Anwar, Penemu Jaringan 4G
Saat ini seluruh warga negara Indonesia belum
menikmati layanan jaringan 4G, namun negara Jepang dan Korea Selatan serta
beberapa Negara eropa sudah lebih dulu menikmati kehandalan jaringan 4G. Siapa
sangka ternyata jaringan 4G ditemukan oleh seorang warga Indonesia yang studi
di Jepang, dia adalah Dr. Khoirul Anwar lulusan ITB.
Dr. Khoirul Anwar mengembangkan jaringan 4G
terinspirasi dari film kartun Dragon Ball, jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo
Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok
transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan
distorsi data akibat interferensi gelombang.
3. Onno W Purba, Pecetus Jaringan RT/RW Dan Penemu Antena
Wajanbolic
Wi-Fi
Mantan alumni dan dosen ITB serta pecinta produk lokal
ini merupakan ilmuwan yang telah berkontribusi besar di tanah air terutama di
dunia teknologi komunikasi, selain itu aktif menulis dan menjadi aktivis yang
memperjuangkan internet murah atau bahkan gratis dan menyebarkan OS Linux
secara gratis.
Sang pencetus jaringan RT/RW-net dan penemu antena
Wajanbolic ini telah menjadi tamu pembicara IT di banyak negara hingga kampus
terkenal, yaitu Harvard.
4. Dr. Warsito Purwo Taruno, Penemu ECVT
Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) adalah sistem tomografi 4D yang pertama di dunia. Perangkat ini menyerupai CT Scan dan MRI namun lebih unggul ECVT. Temuan tomografi 4D oleh Warsito segera menjadi incaran sejumlah perusahaan bertaraf internasional dan sudah dipakai oleh beberapa lembaga antariksa Amerika (NASA), Exxon Mobil, BP Oil, Shell (perusahaan), ConocoPhillips, Dow Chemical, mistubishi Kimia termasuk Departemen Energi AS (Morgantown National Laboratory).
Sedangkan di Indonesia sendiri, teknologi ini
digunakan untuk pemindaian tabung gas bertekanan tinggi, seperti kendaraan
berbahan bakar gas Bus Transjakarta. Hingga saat ini, CTECH Labs Edwar
Technology masih terus mengembangkan teknologi tomografi volumetric untuk
berbagai aplikasi.
Pendiri pusat riset Center for Tomography Research
Laboratory (CTECH Labs) telah menjalin kerja dengan lembaga riset dan
universitas kelas dunia seperti Ohio State University (Amerika Serikat),
National Natural Science Laboratory of Japan (RIKEN, Japan), Universitas
Teknologi Nanyang (Singapore) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (Malaysia).
5. Tjokorda Raka Sukawati, Penemu memutar bahu lengan beton
untuk jalan layang
Saat ini banyak negara memiliki jalan layang, semua
itu berkat ide dari Tjokorda Raka Sukawati, penemuannya bahkan dianggap paling
sempurna untuk kontruksi jalan layang. Teknik memutar bahu beton seberat 480
ton di namakan Teknik Sosrobahu oleh mantan Presiden Soeharto.
Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang
digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan
oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan
sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga
pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.
Para insinyur Amerika Serikat yang mengerjakan jalan
layang di Seattle begitu taat dengan ketetapan 78 kg/cm² dengan mengadopsi ide
berlian dari Tjokorda Raka Sukawati.
Ada masih banyak ilmuwan Indonesia yang telah
berkontribusi untuk tanah air dan teknologi mereka hingga saat ini sudah
digunakan oleh banyak negara. Smoga kita bisa menjadi Ilmua seperi mereka..
Amin
Indonesia Bisa Pasti Bisa
Indonesia Bisa Pasti Bisa

No comments:
Post a Comment
jangan lupa dikomentari ya..